itnewsgroups.net

Website lifestyle dan berita terbaru

Fabel Pendek Kisah Burung Hantu dan Belalang
Others

Fabel Pendek Kisah Burung Hantu dan Belalang

Kehidupan seharian burung hantu ketika matahari terbit dia akan bergegas masuk ke sarangnya kemudian tidur dengan lelapnya. Sedangkan ketika sudah malam dia akan keluar mencari mangsa dengan tenaga yang sangat kuat.

Ketika malam tiba si burung hantu mulai keluar sarang, mengepakan sayapanya dan mencari makanan kesukaanya.

Makanan yang sangat di gemari Burung hantu ini banyak sekali dari tikus, kemudian belalang, serangga dan lainya.

Seiring berjalan waktu, sang burung hantu yang sudah bertahun tahun hidup bahagia dengan makanan yang melimpah lama kelamaan dia kini menua dan semakin malas untuk berburu hari harinya kebanyakan tidur.

Pada sore hari, ketika burung hantu yang sudah tua ini tertidur di sarangnya di dalam pohon tua tiba tiba ada se ekor Belalang di dekatnya mulai menyanyi dengan riang tapi sangat keras dan jelek suaranya.

Kepala burung hantu tua itu keluar dari lubang di pohon dan melihat dari mana suara brisik itu keluar. Ternyata dari belalang yang sedang bernyanyi riang.

“Pergi dari sini,” katanya pada Belalang. “Apakah kamu tidak memiliki sopan santun? Setidaknya kau harus menghormati usiaku dan biarkan aku tidur dengan tenang! “

Tetapi Belalang menjawab dengan lugas bahwa dia berhak atas tempatnya di bawah sinar matahari seperti yang dimiliki Burung Hantu atas tempatnya di pohon.

Lalu dia memainkan nada yang lebih keras dan lebih jelek.

Burung hantu tua yang bijak tahu betul bahwa tidak ada gunanya berdebat dengan Belalang, atau dengan siapa pun dalam hal ini.

Selain itu, matanya tidak cukup tajam di siang hari untuk mengizinkannya menghukum Belalang sebagaimana kalau sudah masuk malam hari. Jadi dia mengesampingkan semua kata-kata keras dan berbicara dengan sangat ramah kepadanya.

Burung Hantu kemudian mengatakan: “Baiklah, jika saya harus tetap tidur, saya akan menetap untuk menikmati nyanyian anda wahai belalang ?.

Ow ya belalang, saya ada minuman sangat bagus loh, kalau kamu minum suara kamu bernyanyi akan sangat bagus sekali dan semakin lantang. Apakah kamu mau saya kasi minuman itu dan rasanya sangat enak sekali.

Kemudian belalang tanpa pikir panjang, saya mau sekali burung hantu dan dia loncat naik ke dalam sarang burung hantu dengan sigap, tetapi begitu dia cukup dekat sehingga Burung Hantu tua itu dapat melihatnya dengan jelas, dia menerkam dan memakannya.

Pesan Moral dari cerita fabel singkat tersebut yaitu Sanjungan bukanlah bukti kekaguman sejati dan Jangan biarkan sanjungan membuat anda lengah terhadap musuh. ceritatersebut kami sadur dari website https://www.daftarpustaka.org.